Sejarah Perkembangan Wireless Markup Language (WML)

1. LATAR BELAKANG PERKEMBANGAN WIRELESS
Wi-Fi (atau Wi-fi, WiFi, Wifi, wifi) merupakan kependekan dari "Wireless Fidelity", memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya. Wi-Fi (Wireless Fidelity) adalah koneksi tanpa kabel seperti handphone dengan mempergunakan teknologi radio sehingga pemakainya dapat mentransfer data dengan cepat dan aman. Wi-Fi tidak hanya dapat digunakan untuk mengakses internet, Wi-Fi juga dapat digunakan untuk membuat jaringan tanpa kabel di perusahaan. Karena itu banyak orang mengasosiasikan Wi-Fi dengan “Kebebasan” karena teknologi Wi-Fi memberikan kebebasan kepada pemakainya untuk mengakses internet atau mentransfer data dari ruang meeting, kamar hotel, kampus, dan café-café yang bertanda “Wi-Fi Hot Spot”. Juga salah satu kelebihan dari Wi-Fi adalah kecepatannya yang beberapa kali lebih cepat dari modem kabel yang tercepat. Jadi pemakai Wi-Fi tidak lagi harus berada di dalam ruang kantor untuk bekerja.
Tapi Wi-Fi hanya dapat di akses dengan komputer, laptop, PDA atau Cellphone yang telah dikonfigurasi dengan Wi-Fi certified Radio. Untuk Laptop, pemakai dapat menginstall Wi-Fi PC Cards yang berbentuk kartu di PCMCIA Slot yang telah tersedia. Untuk PDA, pemakai dapat menginstall Compact Flash format Wi-Fi radio di slot yang telah tersedia. Bagi pengguna yang komputer atau PDA - nya menggunakan Windows XP, hanya dengan memasangkan kartu ke slot yang tersedia, Windows XP akan dengan sendirinya mendeteksi area disekitar Anda dan mencari jaringan Wi-Fi yang terdekat dengan Anda. Amatlah mudah menemukan tanda apakah peranti tersebut memiliki fasilitas Wi-Fi, yaitu dengan mencermati logo Wi-Fi CERTIFIED pada kemasannya. Meskipun Wi-Fi hanya dapat diakses ditempat yang bertandakan “Wi-Fi Hotspot”, jumlah tempat-tempat umum yang menawarkan “Wi-Fi Hotspot” meningkat secara drastis. Hal ini disebabkan karena dengan dijadikannya tempat mereka sebagai “Wi-Fi Hotspot” berarti pelanggan mereka dapat mengakses internet yang artinya memberikan nilai tambah bagi para pelanggan. Layanan Wi-Fi yang ditawarkan oleh masing-masing “Hots Spot” pun beragam, ada yang menawarkan akses secara gratis seperti halnya di executive lounge Bandara, ada yang mengharuskan pemakainya untuk menjadi pelanggan salah satu ISP yang menawarkan fasilitas Wi-Fi dan ada juga yang menawarkan kartu pra-bayar. Apapun pilihan Anda untuk cara mengakses Wi-Fi, yang terpenting adalah dengan adanya Wi-Fi, Anda dapat bekerja dimana saja dan kapan saja hingga Anda tidak perlu harus selalu terkurung di ruang kerja Anda untuk menyelesaikan setiap pekerjaan.
Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk pengunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Local (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan access point (atau dikenal dengan hotspot) terdekat. Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu: 802.11a, 802.11b, 802.11g, and 802.11n. Spesifikasi b merupakan produk pertama Wi-Fi. Variasi g dan n merupakan salah satu produk yang memiliki penjualan terbanyak pada 2005.
Spesifikasi
Kecepatan
Frekuensi Band
Cocok Dengan
802.11b
11 Mb/s
2.4 GHz
b
802.11a
54 Mb/s
5 GHz
a
802.11g
54 Mb/s
2.4 GHz
b,g
802.11n
100 Mb/s
2.4 GHz
b,g.n

Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna tidak diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pengatur lokal (misal, Komisi Komunikasi Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dan oleh sebab itu daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama. Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut:
Channel 1 - 2,412 MHz;
Channel 2 - 2,417 MHz;
Channel 3 - 2,422 MHz;
Channel 4 - 2,427 MHz;
Channel 5 - 2,432 MHz;
Channel 6 - 2,437 MHz;
Channel 7 - 2,442 MHz;
Channel 8 - 2,447 MHz;
Channel 9 - 2,452 MHz;
Channel 10 - 2,457 MHz;
Channel 11 - 2,462 MHz
Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLANs (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah nama dagang (certification) yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (Internet) yang bekerja di jaringan WLANs dan sudah memenuhi kualitas interoperability yang dipersyaratkan. Teknologi Internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN). Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz. Tingginya animo masyarakat --khususnya di kalangan komunitas Internet-- menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel. Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot. Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut --yang dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia jasa Internet bahkan orang perorangan-- dipicu faktor kedua, yakni karena biaya pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika Serikat. Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia, telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang di kota-kota besar dunia. Beberapa pengamat bahkan telah memprediksi pada tahun 2006, akan terdapat hotspot sebanyak 800.000 di negara-negara Eropa, 530.000 di Amerika Serikat dan satu juta di negara-negara Asia. Keseluruhan jumlah penghasilan yang diperoleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dari bisnis Internet berbasis teknologi Wi-Fi hingga akhir tahun 2003 diperkirakan berjumlah 5.4 trilliun dollar Amerika, atau meningkat sebesar 33 milyar dollar Amerika dari tahun 2002 (www.analysys.com).
Wi-Fi sebenarnya merek dagang wireless LAN yang diperkenalkan dan distandarisasi oleh Wi-Fi Alliance. Standar Wi-Fi didasarkan pada standar 802.11. Wi-Fi Alliance pertama kali membentuk wireless Ethernet Compatibility Alliance (WECA), sebuah organisasi nonprofit yang mempunyai fokus pada pemasaran serta mengurusi interoperabilitas pada produk wireless LAN 802.11. Wi-Fi Alliance juga memprakarsai standar keamanan pada 802.11i yang disebut Wi-Fi Protected Accses (WPA).
Setifikasi Wi-Fi adalah proses untuk memastikan interoperabilitas antar peralatan wireless LAN 802.11, termasuk access point dan kartu-kartu jaringan wireless yang biasanya mempunyai beberapa form factor yang sangat beragam. Perusahaan-perusahaan produsen peralatan wireless harus menjadi anggota Wi-Fi Alliance. Perusahaan-perusahaan tersebut memerlukan sertifikasi Wi-Fi untuk menjaga kualitas produk. Sertifikasi ini juga digunakan untuk interoperabilitas beberapa produk Wi-Fi. Setelah produk tersebut telah melalui beberapa tes, pabrikan akan diberikan hak untuk menempatan logo sertifikasi Wi-Fi , sehingga user mudah untuk mengenalinya. Setelah produk melalui tes standarisasi yang teruji, user akan mendapatkan beberapa kemudahan dalam hal standarisasi dan interoperabilitas.
Konfigurasi jaringan wireless yang lain telah berkembang seiring dengan berkembangnya kebutuhan pengembang maupun implementator lain. WLAN telah dikonfigurasikan dengan beberapa cara serta dengan range yang berlainan tergantung dari kebutuhan pengembangan jaringan access point dengan coverage yang luas hingga hanya beberapa puluh meter yang sering di sebut hotspot.
Di Indonesia sendiri, penggunaan Internet berbasis Wi-Fi sudah mulai menggejala di beberapa kota besar. Di Jakarta, misalnya, para maniak Internet yang sedang berselancar sambil menunggu pesawat take off di ruang tunggu bandara, sudah bukan merupakan hal yang asing. Fenomena yang sama terlihat diberbagai kafe --seperti Kafe Starbuck dan La Moda Cafe di Plaza Indonesia, Coffee Club Senayan, dan Kafe Mister Bean Coffee di Cilandak Town Square-- dimana pengunjung dapat membuka Internet untuk melihat berita politik atau gosip artis terbaru sembari menyeruput cappucino panas. Dewasa ini, bisnis telepon berbasis VoIP (Voice over Internet Protocol) juga telah menggunakan teknologi Wi-Fi, dimana panggilan telepon diteruskan melalui jaringan WLAN. Aplikasi tersebut dinamai VoWi-FI (Voice over Wi-Fi). Beberapa waktu lalu, standar teknis hasil kreasi terbaru IEEE telah mampu mendukung pengoperasian layanan video streaming. Bahkan diprediksi, nantinya dapat dibuat kartu (card) berbasis teknologi Wi-Fi yang dapat disisipkan ke dalam peralatan eletronik, mulai dari kamera digital sampai consoles video game (ITU News 8/2003).
Jaringan tanpa kabel sebenarnya tidak sesulit sistem cable network bahkan lebih mudah. Sistem jaringan WIFI atau Wireless tidak memerlukan penghubung cable network antar computer. Bila jenis coax atau UTP cable memerlukan kabel sebagai media tranfer, dengan Wireless network hanya dibutuhkan ruang atau space dimana jarak jangkau network dibatasi kekuatan pancaran signal radio dari masing masing computer.
Gambar Skema Jaringan Informasi Wireless
Keuntungan dari sistem WIFI , pemakai tidak dibatasi ruang gerak dan hanya dibatasi pada jarang jangkauan dari satu titik pemancar WIFI. Untuk jarak pada sistem WIFI mampu menjangkau area 100feet atau 30M radius. Selain itu dapat diperkuat dengan perangkat khusus seperti booster yang berfungsi sebagai relay yang mampu menjangkau ratusan bahkan beberapa kilometer ke satu arah (directional). Bahkan hardware terbaru, terdapat perangkat dimana satu perangkat Access Point dapat saling merelay (disebut bridge) kembali ke beberapa bagian atau titik sehingga memperjauh jarak jangkauan dan dapat disebar dibeberapa titik dalam suatu ruangan untuk menyatukan sebuah network LAN.
Sebelumnya, perlu diketahui bahwa ada 2 cara menghubungkan antar PC dengan sistem Wireless yaitu Adhoc dimana 1 PC terhubung dengan 1 PC dengan saling terhubung berdasarkan nama SSID (Service Set IDentifier). SSID sendiri tidak lain nama sebuah computer yang memiliki card, USB atau perangkat wireless dan masing masing perangkat harus diberikan sebuah nama tersendiri sebagai identitas. Kedua jaringan paling umum dan lebih mudah saat ini dengan sistem Access point dengan bentuk PCI card atau sebuah unit hardware yang memiliki fungsi Access point untuk melakukan broadcast ke beberapa computer client pada jarak radius tertentu. Dibawah ini menjelaskan bagaimana cara sebuah computer dapat saling terhubung dengan network wireless :
Sistem Adhoc adalah sistem peer to peer, dalam arti satu computer dihubungkan ke 1 computer dengan saling mengenal SSID. Bila digambarkan mungkin lebih mudah membayangkan sistem direct connection dari 1 computer ke 1 computer lainnya dengan mengunakan Twist pair cable tanpa perangkat HUB. Jadi terdapat 2 computer dengan perangkat WIFI dapat langsung berhubungan tanpa alat yang disebut access point mode. Pada sistem Adhoc tidak lagi mengenal sistem central (yang biasanya difungsikan pada Access Point). Sistem Adhoc hanya memerlukan 1 buah computer yang memiliki nama SSID atau sederhananya nama sebuah network pada sebuah card/computer. Dapat juga mengunakan MAC address dengan sistem BSSID (Basic Service Set IDentifier - cara ini tidak umum digunakan), untuk mengenal sebuah nama computer secara langsung. Mac Address umumnya sudah diberikan tanda atau nomor khusus tersendiri dari masing masing card atau perangkat network termasuk network wireless. Sistem Adhoc menguntungkan untuk pemakaian sementara misalnya hubungan network antara 2 computer walaupun disekitarnya terdapat sebuah alat Access Point yang sedang bekerja.
SSID adalah nama sebuah network card atau USB card atau PCI card atau Router Wireless. SSID hanyalah sebuah nama untuk memberikan tanda dimana nama sebuah perangkat berada. BSSID adalah nama lain dari SSID, SSID diberikan oleh pemakai misalnya "pcsaya" pada computer yang sedang digunakan dan computer lainnya dibuatkan nama "pckamu". Sedangkan BSSID mengunakan basis MAC address. Jangan terlalu bingung dengan istilah baru tersebut. Bila sebuah koneksi wireless ingin saling berhubungan, keduanya harus mengunakan setup Adhoc. Bila disekitar ruangan terdapat perangkat Access Point, perlu diingatkan untuk mengubah band frekuensi agar tidak saling adu kuat signal yang memancar didalam suatu ruangan.
Adhoc diagram- picture www.windowsnetworking.com

Sistem kedua yang paling umum adalah Infra Structure. Sistem Infra Structure membutuhkan sebuah perangkat khusus atau dapat difungsikan sebagai Access point melalui software bila mengunakan jenis Wireless Network dengan perangkat PCI card. Mirip seperti Hub Network yang menyatukan sebuah network tetapi didalam perangkat Access Point menandakan sebuah sebuah central network dengan memberikan signal (melakukan broadcast) radio untuk diterima oleh computer lain. Untuk mengambarkan koneksi pada Infra Structure dengan Access point minimal sebuah jaringan wireless network memiliki satu titik pada sebuah tempat dimana computer lain yang mencari menerima signal untuk masuknya kedalam network agar saling berhubungan. Sistem Access Point (AP) ini paling banyak digunakan karena setiap computer yang ingin terhubungan kedalam network dapat mendengar transmisi dari Access Point tersebut. Access Point inilah yang memberikan tanda apakah disuatu tempat memiliki jaringan WIFI dan secara terus menerus mentransmisikan namanya - Service Set IDentifier (SSID) dan dapat diterima oleh computer lain untuk dikenal. Bedanya dengan HUB network cable, HUB mengunakan cable tetapi tidak memiliki nama (SSID). Sedangkan Access point tidak mengunakan cable network tetapi harus memiliki sebuah nama yaitu nama untuk SSID.

Keuntungan pada sistem access point (AP mode):
Untuk sistem AP dengan melayani banyak PC tentu lebih mudah pengaturan dan computer client dapat mengetahui bahwa disuatu ruang ada sebuah hardware atau computer yang memancarkan signal Access Point untuk masuk kedalam sebuah network .
Keuntungan kedua bila mengunakan hardware khusus, maka tidak diperlukan sebuah PC berjalan 24 jam untuk melayani network. Banyak hardware Access point yang yang dihubungkan ke sebuah hub atau sebuah jaringan LAN. Dan computer pemakai Wifi dapat masuk kedalam sebuah jaringan network.
Dan sistem security pada model AP lebih terjamin. Untuk fitur pengaman sebuah Hardware Access Point memiliki beberapa fitur seperti melakukan block IP, membatasi pemakai pada port dan lainnya.
Sebuah Access point baik berupa sebuah card WIFI yang ditancapkan pada slot computer atau jenis USB card dan lainnya dengan mengaktifkan fungsi Access point ataupun sebuah alat khusus Access point yang berdiri sendiri dengan antena dan adaptor power bisa difungsikan sebagai Bridge network, router (gateway).Sistem Access point juga diterapkan pada sebuah layanan service. Misalnya layanan network disebuah terminal airport atau layanan khusus yang dibuat sebuah service provider untuk internet umumnya mengunakan sistem Adhoc. Pada sistem layanan tersebut biasanya pemakai Wifi harus login sesuai ketentuan yang diperlukan dari penyelangara service tersebut.
Contoh pada gambar dibawah ini. Setting tersebut digunakan oleh Windows dimana pemakai memilih apakah akan terkoneksi ke jaringan bebas misalnya layanan service internet dari sebuah service provider (ISP), atau untuk memasuki jaringan dari sebuah network atau melakukan hubungan dengan computer lain secara peer to peer.

Pemakai dapat memberikan sebuah nama untuk satu alata Access Point. Nama tersebut dikenal dengan Service Set IDentifier (SSID) atau nama sebuah network dan dipengaruhi oleh huruf besar kecil (case sensitive). Untuk batas memiliki panjang maksimum 32 karakter untuk sebuah nama SSID network. SSID nantinya akan dibawah sebagai nama dari gelombang frekuensi yang diterima oleh card WIFI lain agar dikenal keberadaannya oleh computer lain. Bila digambarkan secara sederhana, misalnya sebuah computer dalam kondisi Access Point mode atau sebuah hardware diberikan nama "pcgue", maka bisa dibayangkan alat tersebut atau computer tersebut sedang berteriak dengan nama PCGUE , dan computer lain akan mengenal oh disana ada network WIFI dengan nama PCGUE sebagai nama SSID.
Dalam rekomendasi ITU-R SM.1056, diinformasikan juga karakteristik perangkat ISM yang pada intinya bertujuan mencegah timbulnya interferensi, baik antar perangkat ISM maupun dengan perangkat telekomunikasi lainnnya. Rekomendasi yang sama menegaskan bahwa setiap anggota ITU bebas menetapkan persyaratan administrasi dan aturan hukum yang terkait dengan keharusan pembatasan daya. Menyadari keterbatasan dan dampak yang mungkin timbul dari penggunaan kedua jalur frekuensi nirkabel tersebut, berbagai negara lalu menetapkan regulasi yang membatasi daya pancar perangkat yang digunakan.
Disini juga kami melampirkan perbedaan antara Jaringan yang menggunakan Kabel dan Jaringan Wireless.
Jaringan wireless memiliki keunggulan dan kelemahan sebagai berikut :
Keunggulannya adalah biaya pemeliharannya murah (hanya mencakup stasiun sel bukan seperti pada jaringan kabel yang mencakup keseluruhan kabel), infrastrukturnya berdimensi kecil, pembangunannya cepat, mudah dikembangkan (misalnya dengan konsep mikrosel dan teknik frequency reuse), mudah & murah untuk direlokasi dan mendukung portabelitas.
Kelemahannya adalah biaya peralatan mahal (kelemahan ini dapat dihilangkan dengan mengembangkan dan memproduksi teknologi komponen elektronika sehingga dapat menekan biaya jaringan), delay yang besar, adanya masalah propagasi radio seperti terhalang, terpantul dan banyak sumber interferensi (kelemahan ini dapat diatasi dengan teknik modulasi, teknik antena diversity, teknik spread spectrum dll), kapasitas jaringan menghadapi keterbatas spektrum (pita frekuensi tidak dapat diperlebar tetapi dapat dimanfaatkan dengan efisien dengan bantuan bermacam-macam teknik seperti spread spectrum/DS-CDMA) dan keamanan data (kerahasian) kurang terjamin (kelemahan ini dapat diatasi misalnya dengan teknik spread spectrum) [1,7 dan 9].
Yang unik dari media transmisi wireless adalah :
1.Sinyalnya terputus-putus (intermittence) yang disebabkan oleh adanya benda antara pengirim dan penerima sehingga sinyal terhalang dan tidak sampai pada penerima (gejala ini sangat terasa pada komunikasi wireless dengan IR).
2.Bersifat broadcast akibat pola radiasinya yang memancar ke segala arah, sehingga semua terminal dapat menerima sinyal dari pengirim.
3.Sinyal pada media radio sangat komplek untuk dipresentasikan kerena sinyalnya menggunakan bilangan imajiner, memiliki pola radiasi dan memiliki polarisasi.
4.Mengalami gejala yang disebut multipath yaitu propagasi radio dari pengirim ke penerima melalui banyak jalur yang LOS dan yang tidak LOS/terpantul

2. Wi-Fi DENGAN STANDARD a,b,g dan n
Untuk standard, dibawah ini adalah standard yang umum digunakan bagi indoor computer wireless network :
802.11a
Standard 802.11a, adalah model awal yang dibuat untuk umum. Mengunakan kecepatan 54Mbps dan dapat mentranfer data double dari tipe g dengan kemampuan bandwidth 72Mbps atau 108Mbps. Sayangnya sistem ini tidak terlalu standard, karena masing masing vendor atau pabrikan memberikan standard tersendiri. 802.11a mengunakan frekuensi tinggi pada 5Ghz sebenarnya sangat baik untuk kemampuan tranfer data besar. Tetapi 802.11a memiliki kendala pada harga , komponen lebih mahal ketika perangkat ini dibuat untuk publik dan jaraknya dengan frekuensi 5GHz konon lebih sulit menembus ruang untuk kantor. Pemilihan 5Ghz cukup beralasan, karena membuat pancaran signal frekuensi 802.11a jauh dari gangguan seperti oven microwave atau cordless phone pada 2GHz, tetapi frekuensi tinggi juga memberikan dampak pada daya jangkau relatif lebih pendek
802.11b
Sempat menjadi dominasi pemakaian tipe b. Standard 802.11b mengunakan frekuensi 2.4GHz. Standard ini sempat diterima oleh pemakai didunia dan masih bertahan sampai saat ini. Tetapi sistem b bekerja pada band yang cukup kacau, seperti gangguan pada Cordless dan frekuensi Microwave dapat saling menganggu bagi daya jangkaunya. Standard 802.11b hanya memiliki kemampuan tranmisi standard dengan 11Mbps atau rata rata 5MBbit/s yang dirasakan lambat, mendouble (turbo mode) kemampuan wireless selain lebih mahal tetapi tetap tidak mampu menandingi kemampuan tipe a dan g.

802.11g
Standard yang cukup kompatibel dengan tipe 802.11b dan memiliki kombinasi kemampuan tipe a dan b. Mengunakan frekuensi 2.4GHz mampu mentransmisi 54Mbps bahkan dapat mencapai 108Mbps bila terdapat inisial G atau turbo. Untuk hardware pendukung, 802.11g paling banyak dibuat oleh vendor. Secara teoritis mampu mentranfer data kurang lebih 20Mbit/s atau 4 kali lebih baik dari tipe b dan sedikit lebih lambat dari tipe a.Karena mengunakan carrier seperti tipe b dengan 2.4Ghz, untuk menghadapi gangguan frekuensi maka ditempatkan sistem OFDM
Secara teoritis perbandingan dapat dilihat pada tabel dibawah ini (sumber homenethelp.com)
Standard 802.11a, 802.11b, 80
2.11g

Karena sistem WIFI mengunakan transmisi frekuensi secara bebas, maka pancaran signal yang ditransmit pada unit WIFI dapat ditangkap oleh computer lain sesama pemakai Wifi. Tentu kita tidak seseorang masuk kedalam jaringan Network tanpa ijin. Pada teknologi WIFI ditambahkan juga sistem pengaman misalnya WEP (Wired Equivalent Privacy) untuk pengaman sehingga antar computer yang telah memiliki otorisasi dapat saling berbicara.
3. TEKNOLOGI YANG BERKEMBANG SAAT INI
a. Broadband CDMA : Teknologi Wireless Masa Depan
Banyak industri telekomunikasi sekarang percaya bahwa Code Division Multiple Access (CDMA) spread spektrum akan mengalihkan perhatian pada awal abad 21. Dia akan mengganti teknologi analog contoh AMPS dan kompetitornya seperti GSM. Pada saat bersamaan B-CDMA yang merupakan model komunikasi baru yang efisien akan berkembang ke arah PCS dan menjadi pilihan umum untuk WLL di dunia. Broadband CDMA sepenuhnya layak untuk diaplikasikan di WLL, PCS dan wireless berbasis satelit yang akan datang. Pada versi yang akan datang dari CDMA akan menyediakan servis-servis dengan bandwidth data yang tinggi (termasuk ISDN, video dan multimedia) yang tidak dapat disediakan oleh teknologi narrowband.
Apakah Broadband CDMA?
Standar teknologi CDMA, dilihat dari spread signalnya relative lebih besar dari teknologi selular lainnya, pengurangan problem propagasi (multipath dan fading). Dikenal dua standar untuk aplikasi dengan metode akses CDMA. Standar yang dimaksud adalah IS-95 dan poprietary. Broadband CDMA mengambil konsep ini lebih lanjut oleh pengurangan multipath-fading, penawaran kapasitas dalam tiap cell dan kualitas suara yang lebih baik. Bandwidth yang luas juga membuat mungkin features ke depan termasuk ISDN dan bandwidth on demand. Broadband CDMA dengan wireless mempunyai potensi untuk menyediakan "transparan" local loop dengan fungsi penuh seperti wireline. Broadband CDMA sebagai WLL didesain untuk menyediakan layanan fixed dan mobiile yang dikoneksikan dengan PSTN dari layanan POTS (Plain Old Telephone Service) ke features-features selanjutnya seperti ISDN dan bandwidth on demand. Service-service akan termasuk voice, high speed fax, data dan multimedia, termasuk juga video. Teknologi ini memungkinkan aplikasi ISDN ke desktop fixed wiireless dan mobile wireless. Adapun konfigurasi dari sistem B-CDMA adalah :

Gambar 1. Konfigurasi B-CDMA

Keterangan Gambar :
OS (Operating System) : operasi, administrasi dan fungsi maintenance
RDU (Radio Distribution Unit) : interface ke exchange dengan standar V5.1
RCS (Radio Carrier Station) : interface ke RDU via copper, fiber atau Microwave
RNT (Radio Network Termination) : menyediakan koneksi ke analog atau ISDN Telepon, fax dan data modems
Teknologi Broadband CDMA (B-CDMA)
Teknologi B-CDMA dikembangkan dari teknik CDMA. B-CDMA merupakan teknologi alternatif Wireless Acces pada era Digital Broadband dengan penjelasan sebagai berikut:
Merupakan teknologi digital spread spektrum lanjutan untuk kepentingan komersial, yang memberikan berbagai kelebihan dibanding copper, cable, microwave dan bahkan sistem komunikasi radio lainnya, seperti :
kualitas suara yang tinggi (32 kb/s)
karakteristik fade sangat baik
performansi indoor sangat baik
dinamik data rate (on demand) : 32 kb/s ~ 144 kb/s
Pemilihan frekuensi secara fleksibel (300 ~ 2500 MHz)
CDMA pada dasarnya dikembangkan oleh militer di Amerika dan kemudian dikomersialkan oleh perusahaan di Amerika oleh Qualcomm dan dikembangkan dengan standar IS-95. Tipikal frekuensi operasi untuk IS-95 adalah 800 MHz. Versi Broadband yang baru B-CDMA, akan diterapkan untuk tiga band frekuensi yaitu :
DCS 1800 (1,71 sampai 1,785 Ghz, dan dari 1,805 sampai 1,880 GHz)
US-PCS (1,85 sampai 1,9 GHz dan 1,93 sampai 1,99 GHz)
CEPT (2 sampai 2,7 GHz)
Perbedaan penting yang lain dengan narrowband CDMA didesain untuk bandwidth 1,25 MHz untuk setiap direction. Untuk B-CDMA pada umumnya menggunakan bandwidth 7 MHz, 10,5 MHz, 14 MHz dan 15 MHz. Dengan bandwidth yang lebih lebar akan menyediakan level of fade resistance yang lebih besar, yang akan menghasilkkan performansi yang lebih besar untuk output power yang sama, atau mengurangi syarat power untuk menyediakan range coverage yang sama. Selanjutnya, pertambahan bandwidth sangat identik dengan penambahan kapasitas untuk mendukung layanan-layanan dengan bandwidth yang lebih tinggi dan menambah fleksibilitas untuk service gabungan. Dalam arti bahwa satu sistem broadband dapat melayani berbagai macam service secara simultan.
Aplikasi Broadband CDMA
Broadband CDMA sedang dikembangkan untuk empat aplikasi utama ; rural wireless local loop, urban wireless local loop, personal communications system (PCS), Global Mobile Personal Communcations by Satellite (GMPCS) dan IMT-2000, semua akan digambarkan seperti di bawah ini :
Pasar WLL
Beberapa pengamat percaya bahwa market internasional untuk WLL , secara khusus dari Asia, selama beberapa waktu akan lebih besar daripada untuk cellular atau PCS. Beberapa negara Asia, seperti India mempunyai kurang dari 1 (satu) telepon per 100 (seratus) penduduk dan rata-rata di dunia mencapai 11 atau 12 telepon per 100 penduduk. Perkiraaan untuk waktu dekat bahwa di dunia akan membutuhkan sekitar 1 miliiar telepon dimana setengahnya akan disuplai dari mobile telepon dengan tipe solusi WLL.
Rural WLL
Teknologi broadband CDMA secara khusus pantas untuk area yang sangat sulit atau untuk daerah yang mahal jika diterapkan jaringan kabel. Aplikasi WLL adalah sangat penting untuk negara-negara Asia karena mempunyai penetrasi yang rendah sehingga dapat sebagai pemasangan subscriber yang extra. Sekarang teknologi WLL, khususnya B-CDMA lebih murah diinstal daripada kabel tembaga. Wireless sedang menjadi pilihan teknologi yang ditetapkan pada service fixed telepon yang dikembangkan di dalam area regional Asia dan tempat lainnyya.
Menurut InterDigital, WLL dapat diinstal pada harga di bawah US$ 1.000 per line, dan akan semakiin menurun pada masa yang akan datang.
Urban WLL
Pada daerah urban dan suburban, WLL Broadband CDMA akan menghapuskan atau mengurangi dari pemasangan kabel yang baru.Broadband CDMA menyediakan generasi yang akan datang untuk teknologi wireless telekomunikasi, dari basik voice melalui 2 Mbps data untuk service mobile dan fix pada residensial, dan lingkungan urban. Sistem juga mampu menyediakan layanan sekualitas wireline seperti voice, fax, ISDN (2B + D) dan service leased line. Broadband CDMA juga mensupport service untuk telepon coin dan telepon smart card.
Sebagai gambaran dari arsitektur dari B-CDMA pada aplikasi WLL adalah sebagai berikut :
1. FSU (Fixed Subscriber Unit) diletakkan di sisi pelenggan, menyediakan line interface untuk menghubungkan telepon analog dan ISDN. Di samping itu juga mendukung untuk aplikasi POTS dan service yang akan datang, leased line, ISDN dan software download baik outdoor maupun indoor.
2. RCS (Radio carrier Station) merupakan terminasi air interface pada access radio dan merupakan interface dengan RDU (Radio Distribution Unit) melalui link terestrial.
3. RDU (Radio Distribution Unit) menghubungkan ke lokal exchange melalui interface V5.1. Satu RDU dapat dipakai sampai 4 RCS.
PCS
PCS akan menyediakan penambahan level mobility dengan service wideband. Teknologi Broadband CDMA mendukung option dengan range yang lebar dari harga yang paling murah per line dan kapasitas yang paling tinggi untuk service yang akan datang. Broadband CDMA akan menyediakan portabel handset, mirip dengan selular tetapi availabel untuk data rate yang lebih tinggi. Handset dengan mobilittas yang terbatas biasanya direncanakan sebagai extension untuk sistem WLL broadband CDMA.
GMPCS
Global Mobile Personal Communications by Satelite akan menghubungkan pelanggan-pelanggan anytime, anywhere di bumi lewat hubungan secara langsung lewat Low Earth Orbit (LEO) atau Intermediate Circular Orbit (ICO), tergantung dari sistem yang digunakan. Terminal dual mode dari sistem GSM dan CDMA akan dapat digunakan pada tahun 2000, dimana service-service komersial akan dimulai.
IMT 2000
IMT 2000 dikenal juga dengan istilah FPLMTS (Future Public Land Mobile Telecommunication System). Untuk aplikasi generasi ke 3 ini masih diajukan proposal kepada badan standarisasi : TIA, ETSI dan ARIB (badan standarisasi di Amerika, Eropa dan Jepang) sebagai syarat pada implentasi IMT 2000. Adapun para vendor dan jenis teknologinya ditampilkan pada tabel berikut :

Regional Standards Body
Technology
Group
TIA (TR 45.5)
IS-95 based wideband CDMA
IS-95 based wideband CDMA
IS-95 based wideband CDMA
IS-95 based wideband CDMA
IS-95 based wideband CDMA
Lucent, Motorola, Nortel, QUALCOMM
NHS
Nokia
Samsung
Hitachi
ARIB
W-CDMA
NTT DoCoMo, Fujitsu, Panasonic, NEC
ETSI (SMG2)
W-CDMA
W-TDMA/CDMA
Nokia, Ericsson, NEC, Panasonic, Fujitsu
Siemens

Keuntungan CDMA
Sebelum dibahas keuntungan dari penggunaan broadband CDMA maka akan dibahas terlebih dahulu kelebihan metode akses CDMA dengan metode akses lainnya (TDMA dan FDMA). Keunggulan CDMA jika diaplikasikan pada sistem selular adalah :
1. Co-exixt dengan selular CDMA Dua sistem seluler FDMA dan CDMA dapat beroperasi secara bersama-sama. Perancang selular CDMA dapat memberikan solusi dengan memperkenalkan unit bergerak dual mode FDMA/CDMA pada pelanggan.
2. Tidak membutuhkan equalizer Bila lajju trannsmisi lebih besar daripada 10 kbps dalam FDMA dan TDMA, sebuah equaliser dibutuhkan untuk mengurangi intersimbol iinterference yang dibutuhkan leh timme delay spread. Dalam CDMA hanya dibutuhkan korelator sebagai penggganti equalizer pada penerima untuk despreading sinyal spread spectrum.
3. Satu radio per site Hanya satu radio yang dibutuhkan pada tiap sel atau pada tiap sektor.
4. Tidak membutuhkan guard time dan guard band Guard time dibutuhkan dalam CDMA antara time slot sedangka guard band dibutuhkan pada FDMA untuk menjaga interferensi antar kanal.
5. Tidak membutuhkan alokasi dan pengelolaan frekuensi Pada TDMA dan FDMA, pengelolaan frekuensi merupakan tugas kritis untuk diselesaikan. Karena hanya terdapat satu kanal radio bersama pada CDMA, tidak ada pengelolaan frekuensi yang dibutuhkkan.
6. Soft capasity Kapasiats sistem CDMA ditentukan oleh interferensi diri. Dalam usaha untuk mempunyai banyak user berkomunikasi secara suimultan, interferensi cochannel memberikan batasan jumlah user yang aktif secara simultan.
7. Soft handoff Soft handoff dapat dilakukan dalam CDMA karena setiap sel menggunakan frekuensi yang sama.
8. Proteksi dari penyadapan dan jamming. Anti sadap dan jamming secara inheren terdapat dalam sistem komunikasi spread spektrum.

Keuntungan utama dari solusi Broadband CDMA adalah flexibilitas. Sistem CDMA menyediakan untuk aplikasi komunikasi pada skala besar dan kecil dengan cost efektif yang diperhitungkan. Untuk bisnis selanjutnya dapat menyediakan service voice dan ISDN data, seperti fax, email dan high speed internet access. Ketika sistem Broadband CDMA dapat ditambah dengan mudah dan cepat ke jaringan existing tanpa delay dan gangguan daripada instalasi kabel telepon. Koneksi ke jaringan LAN untuk email dan sharing resources sperti printer dan mesin fax dapat dikonfigurasi dengan mudah.
Sistem Broadband CDMA dapat memungkinkan operator untuk menawarkan service yang baru seperti ISDN (144 kbps), leased line dan bandwidth on demand (2 Mbps).
Broadband sangat mengurangi efek yang menyebabkan multipath fading, terutama pada kondisi yang sebenarnya, menyebarkan range dari 7 sampai 30 MHz. Dengan bertambahnya bandwidth dapat mengurangi face margin yang diharuskan sampai 3 dB jika diterapkan pada sistem narrowband. Cell station yang baru dan reuse frekuensi pada sistem CDMA dapat ditambahkan tanpa harus memodifikasi parameter-parameter cell yang lain. Dengan penyediaan bandwidth yang lebih besar oleh Broadband CDMA akan mengijinkan lebih dari pemakai per channel, tetapi lebih sedikit cell per geographic area. Dengan demikian akan lebih simpel prosedur manajemen network. Cell-cell pada Broadband CDMA dapat dengan mudah diaplikasikan di daerah urban, suburban atau rural dimana kepadatan pelanggan berbeda. Broadband CDMA menggunakan teknik pengkodean suara seperti pada jaringan publik (32 ADPCM dan 64 PCM)
Kemungkinan B-CDMA di Indonesia
Jika dipakai sebagai sistem selular maka B-CDMA sudah memasuki generasi ke tiga pada aplikasi IMT 2000 (International mobile telecommunications system). Teknologi ini akan memasuki pasar pada tahun 2000. Sistem ini berbeda dengan sistem CDMA pita sempit (narrow band) dan sedang dikembangkam di Indonesia oleh PT Komselindo yang kini sebagai operator AMPS (Advance Mobile Phone System). Ia juga berbeda dengan D-AMPS (Digital-AMPS) yang distandarkan pada IS-136. Tetapi DAMPS atau GSM akan dengan mudah migrasi ke B-CDMA.
CDMA pita lebar sedang dicoba pada frekuensi 2 GHz, ia bisa menyediakan layanan internet yang di PT TELKOM disebut dengan PASOPATI dan multimedia . Percobaan-percobaan yang sudah dilakukan, antara lain oleh NTT DoCoMo dari Jepang yang akan segera menerapkan teknologi W-CDMA (Wideband code division multiple access) pada tahun 2000 di gelombang 5 MHz. W-CDMA merupakan sebutan untuk B-CDMA di Jepang. Yang menjadi pesaing utama dari B-CDMA adalah teknologi TD-CDMA (Time Diivision-Code Division Multiple Access. Jika TDMA membagi-bagi frekuensi secara vertikal, sementara CDMA membaginya secara horisontal, maka TD-CDMA lebih hemat lagi sebab dapat memotong-motong frekuensi lebih kecil lagi. Pada pertemuan penyelenggara seluler dan administrator se-Asia Pasifik di forum Asia Pasific Interest Group (APIG), GSM MoU ketujuh belum sepakat terhadap pilihan Wide Band atau Broadband CDMA yang akan menjadi trend teknologi seluler GSM generasi ke tiga pada abad 21 mendatang. Kendati begitu Indonesia merekomendasi WB-CDMA sebagai pilihan ketimbang TD-CDMA yang dianggap futuristic. Apalagi Jepang melalui NTT DoCoMo turut terlibat bersama Ericsson dan Nokia dalam pengembangan sistem WB-CDMA. Generasi ketiga berupa CDMA pita lebar bukan merupakan generasi seluler yang terakhir. Generasi berikut akan muncul pada dasawarsa pertama abad 21, yang akan lebih canggih dalam menyediakan layanan, dibanding generasi sebelumnya. Yang jelas siklus tiap generasi semakin pendek yang selain menguntungkan pengguna seluler sekaligus juga merugikannya. Keuntungannya, pelanggan bisa mendapatkan apa saja layanan yang diinginkannya, tetapi ruginya barang yang digunakan akan berusia pendek. Kerugiannya lagi jika frekuensi dan operator yang ditunjuk berbeda dengan yang sebelumnya.
b. WAP (Wireless Application Protocol)
Apa sebetulnya WAP? Sederhananya, prinsip dari WAP itu adalah memindahkan fasilitas internet yang biasanya di komputer ke handphone. Artinya, hanya dengan alat sebesar genggaman tangan kita bisa mengakses internet. Informasi yang biasa ditampilkan di layar komputer diganti dengan layar handphone. Lagi-lagi tanpa kabel. Tapi ingat, ponsel Anda harus memilik kartu GSM. Dan seseorang yang menginginkan informasi WAP harus mendaftar terlebih dulu ke ISP (internet service provider) khusus WAP.
WAP (Wireless Application Protocol) adalah suatu standard dunia untuk aplikas iyang melalui media jaringan komunikasi wireless. WAP forum pertama kali dibentuk pada Juni 1997 oleh Ericsson, Motorola, Nokia, dan Unwired PlanetWML yang bergabung untuk membentuk suatu protocol yang bisa digunakan bersama antar teknologi jaringan jaringan wireless baik itu berupa handphone, pager, maupun PDA (Personal Digital Assistants). Sejak saat itu pertambahan anggota WAP forum bartambah dengan pesat, mereka berasal dari penyelenggara utama pelayanan wireless, pembuat handset handphone, penyelenggara infrastruktur, dan developer software. Yang pada pertengahan tahun 2000 ini sudah mencapai lebih dari 400 anggota. Oleh karena itu dengan sebuah handphone merek apa saja yang mendukung WAP kita bisa mengakses fasilitas internet, antara lain IP (Internet Protocol), HTTP (HyperText Transport Protocol), XML (Extensible Markup Language), URL (Universal Resource Location), dan scripting. Dengan WAP kita bisa berbelanja, mengatur transaksi di bank, membaca berita terbaru, ramalan cuaca, dan sebagainya cukup dengan menggunakan handphone WAP tersebut. Disamping itu WAP forum juga mengadakan hubungan kerjasama dengan W3C (World Wide Web Consurtium) dan TIA (Telecommunications Industry Association. Kerjasama ini bertujuan untuk menciptakan dan mempromosikan pesifikasi teknis dari ketiga lahan organisasi tersebut. Sesungguhnya WAP forum berusaha untuk menciptakan standar industri dunia dengan menggunakan teknologi yang sudah ada sebelumnya supaya lebih mudah mengikuti perkembangan yang ada. Oleh karena itu teknologi jaringan internet dengan WAP tidak jauh berbeda dengan internet pada umumnya yang memang pada dasarnya sama tetapi dengan beberapa penambahan dan pengurangan pula. Karena menggunakan teknologi yang relatif sama maka arsitektur WAP juga tidak begitu berbeda jauh dengan arsitektur internet pada umumnya. Tetapi walau demikian tetap dibutuhan penyesuaian sebab jaringan wireless memiliki kekurangan antara lain : bandwidth yang kecil, lebih banyak kondisi inactive, stabilitas koneksi yang kurang, dan kurangnya perkiraan tersedianya koneksi. Selain itu jika dilihat dari segi divais maka jelas divais wireless dengan komputer sangat berbeda antara lain : Kemampuan CPU yang minim, Memory yang lebih sedikit, Pemakaian tenaga yang dibatasi, tampilan yang lebih kecil, dan perbedaan divais input.

Seperti terlihat pada gambar jaringan WAP tetap menggunakan Web Server internet yang biasa dan tetap menggunakan jalur HTTP 1.1, hanya saja sebelum mencapai Client yaitu handphone harus terdapat suatu Gateway yang bertugas menghubungkan keduanya dan melakukan penggantian protocol dengan WSP (Wireless Session Protocol) atau WTP (Wireless Transaction Protocol). Yang sudah tentu handphone tersebut harus mendukung WAP yaitu memiliki WAP minibrowser didalamnya. Didalam Web Server tersebut harus terdapat file yang memang ditujukan untuk fasilitas WAP file tersebut adalah yang berspesifikasi WML (Wireless Markup Language). Yang memiliki fungsi dan sifat yang mirip dengan HTML, WML bisa menggunakan seluruh fasilitas dari suatu web server misalnya CGI(Common Gateway Interface), PHP, ASP, Oracle database, CodeFusion, dan sebagainya. Hampir semua kemampuan HTML bisa dilakukan oleh WML, dari menampilkan tulisan, gambar, pencarian data, kalkulasi, tranksaksi, dan lain-lain. Hanya saja oleh karena keterbatasan dari media wireless maka memang diperlukan pereduksian kemampuan dan jumlah data yang disalurkan. Sebagai contoh untuk menampilkan gambar di internet biasanya suatu homepage sering kali menggunakan file gambar berformat JPEG, GIF, dan BMP. Tetapi untuk WAP dibuat suatu file gambar dengan format WBMP (Wireless Bitmap), yang baik dari segi ukuran dan kualitas gambar sangat jauh dibawah format gambar internet pada komputer. Gambar 2 Perbandingan Internet dengan WAP Terlihat dari gambar bahwa WAP menggunakan model yang mirip dengan internet tetapi dengan menggunakan versi ringannya untuk keperluan wireless.

Gambar 2 Perbandingan Internet dengan WAP

Terlihat dari gambar bahwa WAP menggunakan model yang mirip dengan
internet tetapi dengan menggunakan versi ringannya untuk keperluan wireless.

Ada perkiraan bahwa di Indonesia WAP akan ramai dalam dua tahun ke depan. Pada saat itu transaksi m-commerce sudah banyak dilakukan. Yang lebih menarik lagi, menurut prediksi tersebut, arah perkembangan teknologi informasi agaknya akan condong pada satu bidang usaha baru yang dikenal sebagai mobile data. Singkatnya, di masa mendatang orang bisa mengakses data dan informasi dalam bentuk apa pun, kapan pun, dan di mana pun. Hingga pada gilirannya bisnis mobile data ini akan menggeser e-business menjadi m-business (mobile business).
Tapi nanti dulu. Perkiraan tersebut agaknya terlalu berlebih-lebihan. Sebab di Eropa dan di Amerika, di mana WAP sudah lama dikenal orang, banyak yang pesimis kalau WAP sebagai wireless data akan mencapai masa keemasannya. Justru banyak yang memperkirakan pamor WAP akan menurun sebelum ia mencapai puncak. Ini disebabkan spesifikasi yang ada pada WAP tidak memenuhi standar kebutuhan masyarakat. Mereka merasa tak leluasa memainkan internet lewat layar yang hanya sekecil korek api dan kemampuan yang jauh kecil.
Mari kita bahas lebih detil bagaimana sebetulnya WAP ini lahir. WAP pertama kali dikembangkan oleh Phone.com, sebuah perusahaan software yang berbasis di Redwood City, California. Namun sebelum software ini diaplikasikan mereka terbentur pada kendala bahwa akses wireless Web tak akan cukup untuk menghendel data berbasis HyperText Markup Language (HTML).
Untuk mengatasinya, para ahli software di perusahaan ini kemudian membuat kreasi baru. Mereka menciptakan Handheld Device Markup Language (HDML) yang khusus didisain untuk jaringan wireless. Dengan basis yang baru ini data dari Web pages bisa ditransmisi ke telepon selular atau peralatan bergerak lainnya. Dari sinilah kemudian WAP lahir. mahladi/dari berbagai sumber.

WML
Seperti yang sudah kita ketahui WML suatu markup language yang merupakan
pengganti dari HTML untuk media wireless. WML didasari dari XML (eXtensible
Markup Language). WML memiliki empat fungsi utama yaitu :
1. Presentasi teks dan layout, mencakup teks dan gambar
2. Metafora organisasi Deck/Card (seluruh informasi dalam WML di atur kedalam sekumpulan card dan deck)
3. Navigasi dan hubungan antar Card
4. Parameterisasi String dan manajemen status, seluruh deck WML bisa di parameter

Gambar 3 HTML dan WAP

Dapat dilihat pada gambar berikut (gambar 3) WML dibutuhkan untuk menggantikan HTML pada media wireless adalah masalah kecilnya bandwidth pada jaringan wireless yang akan menyebabkan bottleneck yang hebat apabila tetap digunakan HTML untuk media wireless. Gambar 3 HTML dan WAP XML adalah suatu cara yang fleksibel untuk menciptakan suatu format informasi yang umum dan membagikan format dan data pada internet,
XML adalah suatu cara yang fleksibel untuk menciptakan suatu format informasi yang umum dan membagikan format dan data pada internet, intranet, dan sebagainya. Seperti layaknya HTML, XML juga merupakan markup language yang menggunakan simbol untuk menyatakan isi dari suatu halaman atau file. Tetapi HTML hanyalah menunjukkan bagaimana isi suatu Web Page (teks dan grafik) ditampilkan dan berinteraksi dengannya, sebagai contoh pada HTML hanyalah menunjukkan bahwa mulainya suatu paragraf baru. Sedangakan WML menunjukkan isi dari suatu kalimat/data yang nantinya akan berguna untuk diolah atau ditampilkan, dan sebagai contohnya menunjukkan bahwa data berikut adalah suatu nomor telepon yang nantinya akan diolah oleh suatu program ataupun ditampilkan. XML bersifat extensible (dapat diperluas), karena tidak seperti HTML, symbol markup dari XML dapat dibuat sendiri dan tidak terbatas. Sebab XML sebenarnya adalah penyederhanaan dari SGML (Standard Generalized Markup Language) yaitu suatu standar bagaimana untuk menciptakan dokumen terstruktur.

WML Browser
Seperti yang sudah kita ketahui pada setiap handphone terdapat WML browser
mini,lalu bagaimana seseorang dapat megembangkan aplikasi WML apabila tidak memiliki handphone yang mendukup WAP atau memang sengaja menghindari masih mahalnya biaya penggunaan fasilitas WAP pada handphone apabila dibandingkan dengan internet biasa. Para developer WAP menggunakan program WML browser yang diinstall pada komputer, program ini akan mensimulasikan bagaimana suatu handphone WAP berinteraksi dengan WML file, bahkan kita bisa melakukannya secara offline.
Disamping WML browser kadang ada program WML browser yang meminta program web server, dan untuk saat ini program web server yang cukup terkenal adalah Apache, IIS, dan OmniHTTP. Berikut ini daftar URL yang menyediakan WML browser secara gratis :
http://www.apachesoftware.com
http://www.yourwap.com
http://www.inetis.com
http://www.waptop.net
Selain itu setiap produsen handphone menyediakan WML browser untuk para developernya tersendiri.

JAVA
Perkembangan Internet Pada Mobile Device
http://www.arcle.net
Java adalah suatu bahasa pemrograman yang bersifat multiplatform, jadi Java ditujukan untuk membuat program yang dapat dijalankan hamper diseluruh platform dengan Processor, Operating System yang berbeda. Java bersifat 'compiled once runs anywhere'. Secara struktural bahasa pemrograman Java bersifat OOP (Oriented Programming).
Java pada devais wireless
Sun Microsystems pembuat Java beserta rekan industri wireless telah mengumumkan bahwa peluncuran MID (Mobile Information Device) memungkinkan kreasi generasi mendatang, pengaturan secara personal, dan servis wireless divais yang interaktif. Teknologi ini seringkali juga disebut pula dengan JVM (Java Virtual Machine) MID ini didasari pada teknologi Java versi 2, Perusahaan yang mengembangkan MID ini antara lain Motorola, Nokia, Siemens, Research In Motion, Sony, NEC,Matsushita/Panasonic, Mitsubishi, Fujitsu, Symbian, SmarTone, Far EasTone,Telefonica, Nextel, dan One 2 One. MID secara dramatis menambah seluruh kemampuan suatu media wireless baik dari segi entertainmen maupun segi fungsinya. Sehingga operator dan pembuat isi suatu divais wireless dapat membyat produk yang sangat berbeda dan dengan servis yang dinamis, interaktif, dan dapat diatur secara personal.
Contohnya antara lain :
- Tampilan Secara Dinamis dari stok market dagang beserta grafiknya
- Laporan cuaca suatu daerah secara spesifik dan waktu nyata
- Jadwal kereta secara spesifik dan waktu nyata
- Games/permainan yang dapat didownload dan dimainkan offline
Diketahui bahwa perusahaan Zucotto Wireless secara resmi mengumumkan microprosesor Java, yang disebut dengan Xpresso microprosesor yang sedang dikembangkan oleh IBM. Prosesor ini dikatakan dapat menjalankan aplikasi Java 20 hingga 40 kali lebih cepat dibandingkan prosessor Java yang menjalankan JVM secara terpisah pada lapisan software. Hal ini dikarenakan Xpresso microprosesor menghilangkan beberapa layer software dan memasukan Sun's tiny Kilobyte Virtual Machine (KVM) yang sebenarnya memproses kode Java dengan chip itu sendiri tanpa perlu software tambahan.

4. PERKEMBANGAN KE DEPAN
Peningkatan perkembangan Wi-Fi hotspot di Indonesia, tentu sejalan dengan pertumbuhan secara umum di kawasan Asia Pasifik. Laporan IDC (International Data Corporation) yang dikeluarkan awal Desember 2003 lalu, menunjukkan bahwa layanan Wi-Fi hotspot tumbuh secara konstan dalam 18 bulan belakangan ini. Jumlah pelanggannya pun meningkat 13 kali lipat antara kurun waktu 2002-2003. Sampai Juni 2003, menurut IDC tercatat sekitar 400.000 pelanggan di seluruh Asia-Pasifik (di luar Jepang), dan menghasilkan pendapatan sebesar 13 juta dolar AS. Hingga akhir 2003 lalu, tak kurang 700 ribu pelanggan telah memanfaatkan Wi-Fi hotspot dan menghasilkan pendapatan total sekitar 44 juta dolar AS. Sampai tahun 2008, basis pelanggan WLAN publik ini diperkirakan bisa mencapai 7 juta dengan pendapatan total lebih dari 600 juta dolar AS. Pemanfaatan teknologi Wi-Fi ini tak semata-mata hanya untuk pengguna publik seperti di kafe, restoran, hotel, bandara dan lainnya. Melainkan, banyak juga penggunaan untuk kepentingan korporasi. Survei yang dilakukan InfoTech, perusahaan riset berbasis di New York, bahwa sekitar 45% perusahaan Amerika telah menerapkan jaringan tanpa kabel Wi-Fi ini, meningkat dari hanya 17% tahun 2001, dan 33% tahun 2002. Belakangan, teknologi yang sama juga diterapkan di rumah-rumah sakit, industri manufaktur dan industri lainnya. Di Indonesia, para pengguna Wi-Fi masih terbilang baru, dan mulai awal tahun 2004 inilah terasa ada peningkatan perhatian yang besar untuk memanfaatkan teknologi Wi-Fi, baik di lingkungan rumah, korporat maupun tempat-tempat publik. Berbagai pertimbangan masih menjadi alas an di antara mereka-mereka yang akan menerapkan teknologi Wi-Fi ini, khususnya di lingkungan korporat. Baik itu menyangkut kematangan teknologi, standarisasi dan security. Begitu juga, dukungan berbagai perangkat yang Wi-Fi enabled, karena hal itu terkait dengan pengembangan sistem dan besarnya investasi yang bakal ditanamkan. Belakangan ini, di lingkungan front office suatu perbankan pun tampaknya dibutuhkan inovasi melalui penerapan teknologi Wi-Fi ini. Misalnya, para petugas front office tak hanya terpaku di meja kerjanya, melainkan dapat mendatangi nasabahnya di tempat yang lebih nyaman, yang jauh dari meja kerjanya. Dengan berbekal laptop yang Wi-Fi enabled, si petugas dapat melayani nasabahnya sambil ngobrol, tetapi data dan informasi yang dibutuhkan tetap dapat dengan mudah diakses tanpa harus bolak-balik dari tempat nasabah ke meja kerjanya, meski masih dalam satu gedung. Begitu juga dengan hotel, yang dapat menerapkan teknologi ini secara lebih luas, mulai dari resepsionis, kafe, restoran hingga ke kamar dan bahkan business room dan layanan lainnya. Begitu juga kegiatan administratif yang selama ini terpaku oleh ketersediaan jaringan kabel. Diharapkan hal itu akan mendorong produktivitas, peningkatan pelayanan dan penghematan biaya. Pemanfaatan teknologi Wi-Fi ini, sebagai andalan dalam membangun jaringan tanpa kabel untuk berbagai kebutuhan, tampaknya tak hanya menyangkut public WLAN atau Wi-Fi hotspot saja. Melainkan juga penggunaannya di lingkungan rumah, yang dapat mengakomodasi jaringan tanpa kabel baik untuk ponsel, PC, laptop dan juga PDA.Selain teknologi Wi-Fi ini, teknologi wireless lain, misalnya Bluetooth juga semakin banyak digunakan. Meski masih dalam tahap awal penerapannya, namun Ignatius Winarto, Country Manager Lexmark International, mengakui bahwa teknologi tanpa kabel ini, baik Wi-Fi maupun juga Bluetooth, nantinya akan semakin banyak digunakan. Sekarang ini, tambahnya, berbagai perangkat elektronik, seperti printer, lemari es, dan bahkan perangkat hiburan pun telah menerapkan teknologi tersebut. Tapi, ke depan, jaringan tanpa kabel akan semakin dibutuhkan.Itu pula mengapa, berdasarkan berdasarkan laporan riset diketahui bahwa lebih dari 80% pengguna teknologi WLAN yang sekarang ini akan terus mengembangkan jaringannya dalam tahun-tahun mendatang. Setidaknya, gambaran ini semakin menunjukkan bahwa penerapan teknologi Wi-Fi telah semakin luas dan dipercaya mampu memberi solusi bagi berbagai kebutuhan, baik banyak orang di lingkungan korporasi maupun lokasi publik, dan juga di rumah.Namun, perkembangan ini tetap masih menyisakan pertanyaan “akankah Wi-Fi menjadi pilihan yang semakin mantap, atau sebaliknya akan terpuruk sebagaimana fenomena dot-com beberapa tahun lalu?” Who knows?

5. KESIMPULAN
Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa bisnis dan kuantitas pengguna teknologi Wi-Fi cenderung meningkat, dan secara ekonomis hal itu berimplikasi positif bagi perekonomian nasional suatu negara, termasuk Indonesia. Meskipun demikian, pemerintah seyogyanya menyikapi fenomena tersebut secara bijak dan hati-hati. Pasalnya, secara teknologis jalur frekuensi baik 2,4 GHz maupun 5 GHz yang menjadi wadah operasional teknologi Wi-Fi tidak bebas dari keterbatasan (Kompas, 5/2/2004). Pasalnya, pengguna dalam suatu area baru dapat memanfaatkan sistem Internet nirkabel ini dengan optimal, bila semua perangkat yang dipakai pada area itu menggunakan daya pancar yang seragam dan terbatas. Apabila prasyarat tersebut tidak diindahkan, dapat dipastikan akan terjadi harmful interference bukan hanya antar perangkat pengguna Internet, tetapi juga dengan perangkat sistem telekomunikasi lainnya. Bila interferensi tersebut berlanjut karena penggunanya ingin lebih unggul dari pengguna lainnya, maupun karenanya kurangnya pemahaman terhadap keterbatasan teknologinya pada akhirnya akan membuat jalur frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Keterbatasan lain dari kedua jalur frekuensi nirkabel ini (khususnya 2,4 GHz) ialah karena juga digunakan untuk keperluan ISM (industrial, science and medical). Konsekuensinya, penggunaan komunikasi radio atau perangkat telekomunikasi lain yang bekerja pada pada pita frekuensi itu harus siap menerima gangguan dari perangkat ISM, sebagaimana tertuang dalam S5.150 dari Radio Regulation.

Komentar

rofi mengatakan…
boy...ngopy artikelnya.....

http://www.mrofiuddin.blogspot.com